Selasa, 24 Mei 2016

LAPORAN FISDAS II KAPASITAS PANAS



LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR II
“KAPASITAS PANAS”
            DISUSUN OLEH         :
                                                            KELOMPOK II
                                                            NAMA ANGGOTA  :
                                                            1. ANJAS WIDANINGTYAS (A1C315021)
                                                            2. ELSI UTAMI (A1C315018)
                                                            ASDOS: 1. IKA SAPUTRI ( A1C313013)
                                                                          2. SARI MALINDA (A1C314033)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015




JUDUL                       : KAPASITAS PANAS
HARI,TANGGAL     : JUM’AT, 04 MARET 2016

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  PENDAHULUAN
Kita menggunakan istilah kalor dalam kehidupan sehari-hari, seakan-akan kita tau apa yang kita maksud. Tetapi istilah tersebut tetap digunakan secara tidak konsisten, sehingga kita perlu untuk mendefinisikan kalor secara jelas, serta menerangkan fenomena dan konsep yang berhubungan dengan kalor tersebut.
Ketika satu ketel air dingin diletakkan diatas kompor, temperatur air akan naik. Kita katakan bahwa kalor mengalir dari kompor ke air yang dingin. Ketika dua benda yang temperaturnya berbeda diletakkan saling bersentuhan, kalor akan mengalir seketika dari yang panas ke yang dingin. Aliran kalor seketika ini selalu dalam arah yang cenderung menyamakan temperatur, jika kedua benda tersebut disentuhkan cukup lama sehingga kedua temperaturnya sama, keduanya dikatakan dalam kesetimbangan termal, dan tidak ada lagi kalor yang mengalir diantaranya.
Sebagai contoh, ketika termometer demam pertama kali dimasukkan kemulut pasien, kalor yang mengalir diantaranya dari mulut pasien tersebut ke termometer, ketika pembacaan temperatur berhenti naik, termometer setimbang dengan mulut pasien tersebut, dan temperaturnya sama.
Kalor adalah energi yang ditransfer dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah, atau dari benda yang panas ke benda yang dingin, maka kalor merupakan energi yang di transfer dari suatu benda kebenda yang lain karea perbedaan suhu.
Bila energi panas ditambahkan paa suatu zan, maka temperatur zat itu bisa naik. Jumlah energi panas Q yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur suatu zat adalah sebanding dengan perubahan temperatur dan massa zat itu ( Q = C . T / Q = m . c . T ) dengan c adalah kapasitas panas zat, yamg didefinisikan sebagai energi panas yang diibutuhkan untuk menaikan temperatur suatu zat dengan satu derajat. Panas jenis c adalah kapasitas panas persatuan massa.
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau suatu reaksi kimia. Pada dasarnya kalor yang dibebaskan atau diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Dengan adanya hal itu, laporan ini dibuat untuk membahas masalah pengukuran pada kalorimeter, dan kapasitas panas dari kalorimeter. Bentuk kalori meter yaitu bejana kalorimeter bagian dalam terbuat dari aluminium yang mengkilap yang bertujuan untuk mencegah perpindahan kalor ke lingkungan.

1.2 TUJUAN
  1. Menjelaskan pengertian prinsip asas black.
  2. Menjelaskan bahwa Kalorimeter mempunyai kapasitas panas.
  3.  Melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa Kalorimeter mempunyai kpasitas panas.
  4.   Menyadari pentingnya kapasitas panas dalam pemakaiankalorimeter



BAB II

2.1 ALAT DAN BAHAN
  1. Kalorimeter 
  2. Thermometer
  3. Neraca Ohaus
  4.    Gelas ukur K
  5.  aki tiga + kas
  6.    Lampu spiritus 
  7.   Air
     2.2 PROSEDUR KERJA  
  1. Disiapkan bejana kaca yang berisi 50 ml air dan 100 ml air, kemudian dua bejana kaca lain, satu untuk 50 ml air dan yang lainnya adalah untuk air 100 ml, kalorimeter, neraca ohous, spiritus, dan kaki tiga + kasa 1 set.
  2. Bejana kaca kosong tadi diisi dengan 2 ml air lalu dipanaskan diatas kaki tiga dan dicatat suhunya.  
  3. Kalorimeter  kosong ditimbang bersama perlengkapannya, dengan menggunakan neraca ohaus. Massanya dicatat dalam kolom data (M1).
  4. Air biasa yang belum dipanaskan dimasukkan kedalam kalorimeter sehingga berisi sebagian, kemudian ditimbang diatas neraca ohauss, dicatat massa kalorimeter sekarang (M2).
  5. Massa air biasa yang ada didalam kalorimeter tersebut (m1) dihitung dengan mengurangkan M2 dan M1.
  6. Diamati suhu mula-mula pada kalorimeter dan dicatat hasil pengkuran dalam kolom data (t). D
  7. Diamati suhu air yang dipanaskan tersebut dan dicatat suhunya ke kolom data (t)
  8. Tepat saat mengkur t2, air dituangkan  kedalam kalorimeter.
  9. Aduk air didalam kalorimeter dengan menggunakan tangkai pengaduk.
  10. Sambil mengaduk diamati suhu sampai keadaan suhu menjadi tetap
  11. Massa kalorimeter  ditimbang lalu dicatat pengukuran ini pada kolom data (M1).
  12.  Dihitung massa air panas yang dimasukkan kedalam kalorimeter  dan dicatat hasilnya (m). 
  13. Dilakukan langkah yang sama pada air dengan volume sebesar 50 ml



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 HASIL
      Kolom data hasil percobaan kapasitas panas
V
M1
M2
m 1
T1
T2
Ta
m 2
M3
25 ml
149,22
207, 79
58,57
30˚c
88˚c
51˚c
23,25
231,04
50 ml
145,46
242,46
97
27˚c
95˚c
56˚c
62,98
308,44


3.2 PEMBAHASAN
            Pada praktikum ini kami melakukan percobaan tentang kapasitas panas. Pada percobaan ini kami mengamati perubahan suhu air yang dipanaskan menggunakan kalorimeter. Kami juga mengamati dua buah zat yang yang suhunya berbeda yang dicampurkan dan mengukur suhunya menggunakan kalorimeter.
            Ketika dua buah zat yang suhunya berbeda dari sistem terisolasi yang berada pada bagian temperatur yang berbeda. Kalor akan mengalir dari bagian dengan temperatur tinggi kebagian yang temperaturnya lebih rendah. Jika sistem terisolasi seluruhnya, tidak ada energi yang bisa mengalir kedalam atau keluar. Jadi dalam kehidupan sehari-hari kekekalan energi sangat berperan penting didalam perlakuan ini. Kalor yang hilang sebanyak satu bagian sistem sama dengan kalor yang didapat oleh bagian yang lainnya: kalor yang hilang=kalor yang didapat. 
               Dalam percobaan kali ini, kami menggunakan kalorimeter. Hal yang sangat penting diperhatikan adalah kalorimeter harus diisolasi dengan baik sehingga hanya sejumlah minimum kalor dipertukarkan, dengan luarnya. Satu kegunaan yang penting dari kalorimeter adalah dalam penentuan kalor jenis zat-zat. Pada teknik percobaan ini dikenal sebagai “ metode campuran “, satu sampel zat (air) dipanaskan sampai temperature tinggi yang diukur dengan akurat menggunakan thermometer kemudian dengan cepat ditempatkan pada air dingin kalorimeter. Kalor yang hilang pada sampel tersebut akan diterima oleh air dingin dan kalorimeter.
Untuk mengetahui kapasitas panas pada suatu zat hal pertama yang kami Yaitu menyiapka alat dan bahan yang diperlukan. Setelah itu kami menimbang kalorimeter dengan menggunakan neraca ohauss dan didapatkan hasil 149,22 gr. Setelah selesai menimbang kami mengambil air sebanyak 50 ml dan diukur suhunya dengan menggunakan termometer yaitu 30 °c, lalu air dimasukkan kedalam kalorimeter.
Selanjutnya, kami mengambil air lagi dengan volume yang sam yakni 50 ml dan kami didihkan dengan menggunakan bunsen.ketika sudah mendidih, diangkat dan dimasukkan pada kalorimeter yang sudah diisi dengan air tadi yang bersuhu 30 c. Tetapi sebelum itu air dingin dan air panas ditimbang terlebih dahulu dengan menggunakan neraca ohauss. Untuk mencari massa air dingin (m1) dapat menggunakan rumus :
m1 = M2-M1
dimana : M1 = masa kalorimeter
    M2 = massa kalori meter  + air dingin
Sehingga
m1 = 207,79 gr – 149,22 gr
      = 58,57 gr
Sedangkan untuk memperoleh massa air panas yaitu jumlah keseluruhannya dikurangi julah massa kalorimeter + air dingin
m2 = M3 – (M1 + m1 )
di mana M1 = massa kalorimeter
              m2 = massa air yang dipanaskan
              m1 = massa air dingin
              M3 = massa keseuruhan
Sehingga
m2 = 231,04 gr – (149,22 gr + 58,57 gr )
      = 231,04 gr – 207,79 gr
      = 23,25 gr
Ketika air dingin dicampurkan dengan air panas pada kalorimeter, diperoleh suhu campurn (Ta) adalah 51 °c. Sebelumnya suhu air dingin 30 c dan suhu air panas 88 °c.
            Pada percobaan ini dan hasil data yang diperoleh dapat di pahami bahwa adanya perubahan kalor ketika air panas dicampurkan dengan air dingin. Air panas di asumsikan sebagai zat yang melepaskan kalor, dan air dingin di asumsikan sebagai zat yang menyerap kalor. Sehingga suhu pada air panas turun dan suhu pada air dingin naik.
            Dalam percobaan ini telah terbukti bahwa apabila dua benda yang temperaturnya berbeda dipersatukan, maka benda yang temperaturnya tinggi akan melepaskan kalor dan benda yang temperaturnya lebih rendah akan menyerap kalor tersebut.
Qlepas=Qserap
(m.c.∆T)zat=(m.c.∆T)bejana + (m.c.∆T)air
            Pada percobaan yang telah dilakukan, kalorimeter adalah alat yang dapat memiliki kapasitas panas. Kalorimeter dapat menyeimbangkan suhu dua zat yang berbeda temperatur suhunya, yaitu suhu yang tinggi dan rendah. Kalorimeter terbuat dari bahan yang dapat memungkinkan lingkungan tidak dapat mempengaruhi suhu dalam sistem.
            Pada saat dicampurkan suhu dalam kalorimeter didalam sistem tersebut bercampur tanpa adanya pengaruh lingkungan luar yang memengaruhi suhu campuran tersebut. Jika kedua air yang telah bercampur tersebut dibiarkan sampai lama, maka akan setimbang pada keadaan konstan dan tidak ada lagi kalor yang mengalir diantaranya.
            Asas black yang terjadi juga dipengaruhi oleh kapasitas kalor dan massa benda tersebut, semakin tinggi kalornya maka zat yag suhunya lebih rendah akan menerima kalor secara besar, sebaliknya bila kalor yang diterima oleh air panas sedikit, maka temperatur suhu yang diterima oleh air dingin akan lebih sedikit dan perubahan temperaturnya dipengaruhi kapsitas kalor, yaitu kemampuan benda untuk melepas dan menyerap kalor untuk menaikkan suhu sebesar satu derjat celcius.

BAB IV
PENUTUP

     4.1 KESIMPULAN
  1. Prinsip asas black yaitu, apabila dua benda yang temperaturnya berbeda dipersatukan, maka benda yang temperaturnya tinggi akan melepas kalor dan benda yang temperaturnya lebih rendah akan menyerap kalor tersebut. Menurut asas black jumlah kalor yang dilepas sama dengan jumlah kalor yang diterima. 
  2. Kalorimeter adalah alat pengukuran kalor. Kalorimeter memiliki kapasitas panas dari zat yang tercampur didalamnya. 
  3. Untuk membuktikan bahwa kalorimeter  mempunyai kapasitas panas dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran suhu untuk setiap percobaan temperature kedua jenis air dalam kalorimeter. 
  4. Kapasitas panas adalah banyaknya kalor atau panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu zat atau benda sebesar 1 ˚c.




  
LAMPIRAN

PERTANYAAN DAN TUGAS
1.   Apakah sama perubahan suhu kedua jenis air ( air dingin dan air panas) tersebut?
Jawab  :  Berdasarkan dari percobaan yang telah kami lakukan. Besarnya perubahan suhu pada kedua jenis zat (air) antara air panas dan air dingin yang digunakan sebagai bahan percobaan, suhunya tidak sama untuk setiap percobaannya, dikarenakan massannya yang berbeda dan pemanasan pada percobaan kedua yang berisi air 50ml lebih lama sehingga suhunya berbeda dari percobaan pertama dan kedua yang dilakukan.

2.      Bandingkan hasil pengukuran suhu untuk setiap percobaan temperatur kedua jenis air tersebut untuk setiap percobaan?
Jawab  : berdasarkan hasil pengukuran perbandingan suhu untuk setiap percobaan temperatur kedua jenis air berbeda. Hal ini disebabkan karena jenis air yang kedua diberi kalor sehingga mengakibatkan perubahan suhu pada air tersebut.

3.      Faktor apakah yang mempengaruhi perubahan suhu kalorimeter? 
Jawab  : banyaknya sampel, konsentrasi, banyaknya kalor dan proses pengadukan.

4.      Hukum apakah  yang digunakan untuk menentukan hubungan antara perubahan suhu dengan massa air yang digunakan ? buatlah rumusnya?
Jawab  : Hukum yang digunakan untuk menentukan hubungan antara perubahan suhu dengan massa air yang digunakan adalah asas black. Dengan rumus : Qlepas=Qserap

5.      Hitunglah kapasitas panas kalorimeter  yang anda gunakan jika kalor jenis air (˚c )=1kal/gr°c
Jawab  :  
Percobaan 1
m.c.ΔT(air panas)= m.c.ΔT(air dingin) + m.c.ΔT(kalorimeter)
23,25 . 1. (88-51)=58,57.1.(51-30) + Ck.(51-30)
860,25=1229,97 + 21 Ck
21Ck=860,25-1.229,97
Ck= =-17,61 kal/gr˚c

Percobaan 2
m. c. ΔT(air panas)= m1.c.ΔT(air dingin) + m.c.ΔT(kalorimeter)
62,98.1.(95-56)=97.1.(56-27) + Ck.(56-27)
2456,22=2813 + 29Ck
29Ck=2456,22-2813
Ck= =-12,3 kal/gr˚c

Tidak ada komentar:

Posting Komentar